Select Page
Bagikan artikel ini:

Negara Suriname ini tidak hanya memiliki wisata yang indah, dikawasan Suriname juga memiliki banyak kuliner khas yang wajib dicoba, saat berkunjung ke Suriname. Dan jangan kaget jika makanan khas di Suriname sangat mirip dengan makanan khas di Jawa. Pertama kita bedah terlebih dahulu mengapa negara Suriname memiliki banyak populasi penduduk keturunan Jawa.

Di Republik Suriname (Surinam), dulu bernama Guyana Belanda atau Guiana Belanda di Amerika Selatan terdapat suku Jawa yang jumlahnya sekitar 80 ribu orang. Mereka didatangkan dari Jawa pada abad ke-19. Negara tersebut sangat jauh dari Indonesia, jaraknya . 18.834 km, tapi suku Jawa di sana masih menggunakan bahasa Jawa.

Suriname merupakan negara  bekas jajahan Belanda. Negara ini berbatasan dengan Guyana Prancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudra Atlantik.

Melansir Wikipedia, suku Jawa sudah berada di Suriname sejak akhir abad ke-19. Di mana angkatan pertamanya dibawa oleh Belanda dari Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Sehingga dinamakan etnis Jawa-Suriname. Sebagian keturunan mereka ada yang tinggal di Belanda. Sampai sekarang, mereka tetap menuturkan bahasa Jawa.

Asal Usul Orang Jawa di Suriname

Jauh sebelum Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, Pemerintah Kerajaan Belanda sejak tahun 1890 s/d 1939 telah mengirimkan 32.956 orang tenaga kerja asal Pulau Jawa ke Suriname. Kedudukan Suriname dan Indonesia pada waktu itu sama. Sama-sama negara jajahan di bawah Pemerintah Kerajaan Belanda.

Tujuan pengiriman tenaga kerja itu adalah untuk menambah kekurangan tenaga kerja di beberapa perkebunan yang ada di Suriname. Kekurangan tenaga kerja itu adalah akibat dihapus dan dibebaskannya sistem perbudakan pada tanggal 1 Juli 1863. Dampaknya, banyak perkebunan tidak terurus, sehingga terlantar. Perekonomian Suriname yang semula tergantung dari hasil perkebunan, turun drastis.

Pertimbangan lain dari Pemerintah Kerajaan Belanda yang mengirimkan tenaga kerja ke Suriname saat itu adalah karena terpuruknya perekonomian penduduk di pulau Jawa, yang disebabkan oleh bencana alam meletusnya gunung berapi dan padatnya jumlah penduduk.

Akan tetapi menurut disertasi Prof. Dr. Yusuf Ismail dari Universitas Leiden Belanda tahun 1949, bukan kelebihan penduduk yang menjadi alasan orang Jawa dikirim ke Suriname, melainkan kemelaratan yang sangat, yang diderita penduduk di beberapa daerah di Jawa dan kepentingan perkebunan-perkebunan di Suriname. Maka kebanyakan para tenaga kerja itu berasal dari Jawa Tengah, ada juga dari Jawa Timur dan yang paling sedikit dari Jawa Barat.

Nah yang menarik yang akan kita bahas selanjutnya ialah kulinernya yang memiliki perpaduan masakan dari beberapa negara diantaranya ada Afrika, India, China, dan Masakan Jawa Indonesia, kok bisa yah? karena Mayoritas era kolonial China, India, dan suku Jawa, Indonesia ini dulu pernah menetap disana, karena keadaan negara saat itu dijajah. Jadi ada beberapa orang suku Jawa yang tinggal disana dan menjadi kebiasaan makanan suku Jawa, ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Suriname, untuk mencobanya guys. Seperti itulah sekilas Sejarah kenapa makanan Jawa hampir sama dengan Kuliner suku Jawa di Indonesia.

Dari pada penasaran inilah beberapa makanan Suriname yang mirip dengan makanan khas Jawa, yang pastinya tidak akan asing dilidah kamu jika kamu tinggal dipulau Jawa.

Berikut 5 Makanan Khas Jawa di Suriname

1. Petjel (Pecel)

masakan jawa petjel

Dari namanya dan tampilannya pasti kalian sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Petjel ini mirip sekali dengan Pecel di Indonesia. Petjel juga terdiri dari beberapa sayur yaitu kacang panjang, cambah, kol dan sayur seperti kangkung. Semua sayur ini akan direbus lalu disiram dengan bumbu kacang yang biasanya sudah ditumbuk dengan sambal, Tapi rasa bumbu kacangnya berbeda sedikit, dari bumbu kacang di Indonesia. Namun Pitjel ini disukai masyarakat Suriname, dan cocok dilidah mereka. Untuk 1 porsi Petjel ini bisa kamu dapat sekitar 5 Euro

2. Saoto (Soto)

masakan jawa saoto

Tampilan dari Saoto ini memang mirip sekali dengan Soto yang ada di Indonesia terdiri dari bihun, telur, kentang, nasi, dan kuah yang bening. Saoto ini juga harganya masih bersahabat cuma 7 Euro. Nah kalian tau gak si apa yang membuat Saoto dengan Soto? biasanya orang Suriname makan saoto bersamaan dengan Bakabana yaitu pisang goreng unik bukan.

3. Sambal

sambal suriname

Diurutan kelima ini adalah sambal dari namanya memang sama seperti di Indonesia, yang membedakan sambal ini adalah jenis cabainya jika di Indonesia pada umumnya menggunakan cabai rawit, namun di Suriname masyarakat sekitar menggunakan cabai jenis Madame Jeanette yang memiliki cita rasa sama pedasnya dengan cabai rawit.
Sambal ini bisa kalian temukan saat makan-makanan India atau China yang biasanya menambahkan sambal pada makanan mereka.

4. Bakabana (Pisang Goreng)

makanan khas jawa bakabana

Bakabana ini adalah salah satu snack yang menjadi favorite bagi masyarakat Suriname, namun bakabanan ini berbeda dengan pisang goreng yang ada di Indonesia, karena untuk menikmati 1 potong Bakabana dengan saus kacang yang yummy banget. Saking sukanya dengan Bakabana, maka tak jarang masyarakat Suriname biasanya akan mencamil bakabana ini setelah makanan berat seperti Saoto, Nasi, dan beberapa makanan berat yang mereka kosumsi.

5. Moksi-alesi (Nasi Campur)

moksi alesi makanan khas jawa suriname

Moksi alesi ini terdiri dari Nasi, udang, ikan, daging, sayuran, dan sambal. Nah moksi alesi ini mirip sekali bukan dengan makanan Indonesia yang bisa kalian temui diwarteg. Nah untuk Moksi alesi ini juga mudah untuk kamu temui dibeberapa depot di Suriname loh, harga nya sekitar 7 Euro saja.

Bagikan artikel ini: